Eyeglasseser

Apa yang kau pikirkan tentang kacamata? Ada yang  sangat ingin menggunakan kacamata? Hentikan keinginan itu segera atau Percayalah kau akan menyesal. Ini adalah perkataan dari seorang pengguna kacamata-minus-dua-sejak-tujuh-tahun-lalu-dengan-empat-tahun-permanennya.

Apa tah enaknya menggunakan kacamata? Tak ada, kecuali satu dan satu-satunya fungsi, membantu penglihatan penderita presbiopi, miopi, dan atau astigmatisme. Setidaknya, itulah yang dirasakannya selama tujuh tahun terakhir.

Bagaimana tidak? Saat wudhu, kau harus melepaskan benda itu dan bingung meletakkannya di mana, dan setelahnya, jika kau lupa meletakkannya, kau akan kebingungan sendiri mencarinya. Ketergantungan. Pun saat sholat. Sebagian besar pengguna, akan melepaskannya terlebih dahulu supaya hidung dapat menempel sempurna pada lantai tanpa terganggu. Belum lagi saat kau gelisah takut benda itu terinjak dan pecah. Bagaimana? Rumit bukan? Ah tenang saja, ini sengaja dibuat rumit😀

Atau, kau seorang penikmat hujan? Seorang pengguna kaca berbingkai itu tak akan dapat sepenuhnyaa menikmati hujan. Bagaimanapun, saat kau berkacamata dan menginginkan hujan mengguyurmu, kau harus melepaskan kacamatamu itu atau pandanganmu akan semakin buram karena titik-titik hujan membasahi kacamatamu. Tapi masalah ini hanya berlaku bagi para pengguna lensa kaca dan mika. Solusi lain selain melepaskannya, adalah merogoh kocek semakin dalam untuk membeli lensa dengan kaca anti air.

Dan lagi, kau seorang yang dituntut untuk memasak? Rasakan saja bagaimana saat penutup panci dibuka dan wajahmu berada tepat beberapa centi diatas masakan itu, dan waaaks uap dari panci pun menyerang kacamata dan seketika membuatmu kehilangan pandangan selama kurang lebih dua menit. Atau kau ingin melepaskannya selama memasak? Bisa, dengan syarat kau harus meletakkan objek dengan jarak seperti kau sedang membaca buku.

Lain lagi ketika karena suatu hal kau melepaskan kacamata dan kau dituntut untuk melihat orang di seberang meja. Apa yang terjadi. Mata menyipit sesempit-sempitnya, dengan tujuan memfokuskan pandangan dan adaptasi cahaya. Dan kebanyakan, mata pengguna menjadi  lebih ciut dibandingkan saat mereka memakainya. Dan jika kau melepaskannya, kau akan hanya fokus pada tempat kau berpijak. Sehingga akan terkesan sombong, angkuh dan tak acuh. Walaupun sebenarnya taka da niatan seperti itu.

Pun ketika di studio foto. Untuk keperluan foto formal, seseorang harus melepas kacamatanya. Dan seringkali diingatkan oleh fotografer: ”Maaf bu, pandangannya jangan kosong.” Hei, itu bukan pandangan kosong, nak, tapi sedang mencari titik fokus dan membiasakan mata memandang berkeliling tanpa aksesoris wajib itu. Juga ketika kau berada di depan monitor. Akan serba salah. Dilepas tak terlihat, dikenakan mata akan cepat lelah dan berair.

Bagaimana?

Jadi, apa tah enaknya menggunakan benda berbingkai itu? Tak ada bukan? Jadi mulai detik ini, jagalah matamu seperti kau menjaga pandanganmu. Biarkan ia sehat. Bersyukurlah Allah mengaruniakanmu mata yang kuat dan masih dapat jelas melihat. Jangan kau rusak dengan kebasaan-kebiasaan yang merusak.

Save your eyes. Kau akan merasa benar-benar menyesal jika kehilangannya.

Based on true story😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s