Keluarga Baru

Tak bisa dibandingkan tentu saja. Keluarga lama dan keluarga baru ini, karena keduanya memiliki kisah tersendiri dengan keunikan danhal mengasyikkan yang berbeda.

Keluarga lama, di sanalah aku lahir, dibina, ditempa. Dengan segala paksaan yang tak tampak seperti paaksaan, dengan segala hal yang harus aku kuasai walaupun aku tak mau tapi aku harus. Itulah gambaran awalnya. Namun, ternyata aku memang benar-benar tercebur, atau lebih tepatnya diarahkan untuk menceburkan diri ke dalam lautan tenang itu. Ini bukan tentang bunuh diri, namun sebaliknya, ini tentang menghidupkan diri dan jiwa. Bermula dari ha-hal aneh yang tak kupahami. Aku harus benar-benar belajar sendiri untuk menemukan kebenaran dan hikmah dari hal-hal yang pada awalnya ku anggap aneh. Tentang kaos kaki, tentang jilbab yang tak tembus pandang, tentang sanggul ‘punuk onta’, tentang baju panjang, tentang rok. Hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal tersebut, itu asing dan aneh dalam penglihatan dan pendengaranku. Aku memang tak seperti orang lain yang langsung menerima dengan mudah apapun yang baik, terutama hal yang berbeda dengan mindset awalku. Butuh waktu yang lama untuk meresapi, butuh waktu yang lama untuk berubah. Karena aku memang bukan power ranger ataupun satria baja hitam yang dalam sekejap dapat berubah menjadi pahlawan saat keadaan benar-benar membutuhkan. Yang terjadi sekarang adalah aku jatuh cinta pada hal-hal aneh tersebut, sesuatu yang pada awalnya mustahil aku dapat menceburkan diri ke dalamnya. Hei, aku jatuh cinta pada jalan ini…

Tentang keluarga baru, yang sebenarnya aku juga ‘dipaksa’ untuk berada dalam keluarga baru itu. Aku dipandang ‘satu spesies’ dengan keluarga baruku. Yah, mungkin ada beberapa hal yang sama, sehingga aku nyaman berada di dalamnya, meskipun masih dalam keadaan newbie. Berawal dari paksaan itu, aku mendatangi rumah baruku dengan diiringi pandangan aneh tentu saja. Piker mereka mungkin seperti ini: tiba-tiba ada seseorang  yang sok kenal datang ke rumah itu, dan langsung merekrut anggota keluarga baru. Apa kata dunia? Orang baru merekrut orang baru, dan ini lucu sekaligus aneh. Namun aku menikmatinya. Saat mereka bertanya, aku menjawab seadanya, dan orang tua kami pun hanya tersenyum penuh makna. Hahaha… walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini dalam keluarga ini, terutama masalah penjagaan dan komunikasi yang masih tak karuan, banyak hal-hal kecil penting yang dianggap tak penting dan tak diperhatikan, dan banyak hal lain yang pasti kebanyakan orang sebagai anggota baru merasa tidak dianggap dalam keluarga itu, namun aku mencintainya, jauh lebih cepat daripada tenggang waktu untuk mencintai keluarga lama.

Keluarga lama dan keluarga baru, keduanya tak bisa dibandingkan dengan hanya sebuah indicator. Masing-masing punya kisah dan warna tersendiri.

Aku cinta mereka.

2 thoughts on “Keluarga Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s