Awarding

Allah sekalipun tidak akan melalaikan hamba-Nya, Dia akan membalas segala hal bahkan hal terkecil yang dilakukan oleh manusia, baik maupun buruk.

Merupakan fitrah bagi seorang manusia untuk merasa dihargai di manapun ia berada. Di dalam keluarga, teman sejawat, suatu oraganisasi yang memiliki suatu kepemimpinan, maupun kalangan masyarakat. Seseorang tidak dapat dikatakan tidak ikhlas saat ia merasa tidak dihargai saat kebaikan yang ia lakukan benar-benar tidak dihargai. Sebuah penghargaan tidak harus diungkapkan melalui pemberian sesuatu yang memiliki wujud nyata alias benda, namun hal tersebut dapat dilakukan dengan mengatakan hal-hal kecil yang menyenangkan saat seseorang yang lain melakukan hal-hal positif untuk kemajuan dan kebaikan bersama, seperti tersenyum memnyetujui gagasan dan tindakan yang dilakukan, mengatakan “bagus”, “bisa juga hal itu dilakukan”, “ide yang bagus” dan lain sebagainya.

Ketidakikhlasan tidak dapat diukur dengan seseorang merasa hasil kerjanya tidak dihargai dan dihormati, dengan kata lain hal tersebut bukanlah suatu indicator ketidakikhlasan seseorang. Dalam sebuah kerjasama yang sering kita sebut dengan organisasi, seorang pemimpin dan yang dipimpin harus saling menghormati dan menghargai. Seorang pemimpin akan merasa dihormati dengan adanya penghargaan dari yang dipimpin berupa sifat patuh untuk melaksanakan kebijaksanaan yang telah ditetapkan bersama. Seorang yang dipimpin akan merrasa dihargai dengan sebuah penghormatan dari pimpinan atas saran-saran dan masukan yang telah diberikan.

Saling menghargai satu sama lain dapat menguatkan ikatan suatu hubungan. Saling menghargai juga dapat menghubungkan sesuatu yang belum terhubung. Seperti meminum air hangat, saat meneguk ait hangat tersebut seseorang begitu menikmati dan merasakan air hangat itu mengalir ke seluruh bagian tubuh dan begitu menenangkan, begitu juga sikap saling menghargai, akan sangat terasa saat ia secara perlahan merasakan penghargaan itu, seseorang akan merasa nyaman dan ingin selalu merasakan kenyamanan itu dengan melakukan hal-hal lain yang membuatnya mendapatkan hal-hal yang menenangkan tersebut.

Dengan Allah menghargai apapun kebaikan yang dilakukan hamba-Nya, mengapa kita sebagai hamba yang merupakan tempat kesalahan tidak melakukan hal yang membuaut hamba lain merasa senang denngan menghargainya? Allah akan membalas sebuah kebaikan dengan hal yang lebih baik, insha Allah, mengapa kita sebagai hamba tidak melakukannya?

Indralaya, 04 September 2012

Hijab International Day–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s