Dakwah dan Kampus

Dakwah kampus ini adalah tentang pohon sejati yang mempunyai akar, daun, batang dan buah sejati.

fruit tree isolated

Akar adalah kaderisasi yang selalu mencari air sebagai sumber penghidupan suatu pohon, daun adalah syiar atau dakwiy yang menyejukkan apa yang ada di sekitarnya, batang adalah siyasi yang selalu menjaga kokohnya pohon dan ilmiy sebagai buah dari pohon tersebut. Buah mempunyai dua kemungkinan keberlangsungan hidupnya, bisa jadi jatuh atau bermanfaat bagi makhluk hidup lain. Dan kedua keadaan itu takkan pernah memberi suatu ketakbermanfaatan. Saat ia menjadi buah yang segar dan menarik, maka, binatang-binatang herbifora atau serangga menikmatinya untuk keberlangsungan hidup dan bahkan manusia dapatmengambil banyak manfaat darinya sebegai buah atau olahan lain. Di samping itu, saat ia jatuh, ia berperan dalam menumbuhkan satu pohon baru sebagai pupuk alami yang takkan ada duanya.

Ini adalah tentang buah.

Selanjutnya adalah tentang KPK (tidak ada hubungannya sama sekali dengan Komisi Pemberantasan Korupsi) yang merupakan peran dakwah ilmiy kampus. KPK adalah Kompeten, Profesional dan Kontributif.

Kompeten adalah Naruto, Profesional adalah Sasuke dan Kontributif adalah Sakura (dan entah mengapa saat berbicara tentang dakwah kampus yang selalu muncul adalah harus selalu tentang ninja!).

Dewasa ini, terbukti, bahwa peranan dakwah ilmiy kampus itu sebenarnya sangat besar, akan tetapi masih sangat butuh pengoptimalan karena sama sekali belum optimal, terutama di kampus ini. Hal ini terlihat ketika kaderisasi dakwah ilmiy bergerak (baca: open recruitment). Berbondong-bondong para mahasiswa dari seluruh fakultas meemnui ajakan itu dan saat ini tercatat ada sekitar 91 orang yang memenuhi syarat untuk dapat masuk wajiha ilmiy tersebut, dengan sekitar 40 orang yang tidak memenuhi syarat. Sangat kontras dengan pendapatan kaderisasi dakwah syiar kampus yang sehari hanya mendapatkan maksimal 10 orang dengan berbagai metode anatara lain door to door, ke setiap fakultas.

Berbicara mengenai pengoptimalan peran dakwah ilmiy kampus, hal ini sangat berkaitan dengan komunikasi yang juga optimal. Kehilangan database seluruh anggota yang terekrut akan menjadi masalah besar bagi wajiha tersebut, mungkin pada awalnya hal tersebut dapat dipahami dan dimaklumi akan tetapi saat hal tersebut terjadi secara terus menerus, ia akan menjadi masalah yang sangat besar dan terjadi suatu keadaan dimana mahasiswa tidak lagi mempercayai identitas wajiha tersebut. Komunikasi akan terhambat ketika anggota dalam wajiha tidak merasakan adanya suatu masalah akibat komunikasi. Tidak berusaha untuk mengumpulkan kembali data yang hilang. Inilah letak kesalahannya. Tidak menghargai dan orang lain merasakan tidak dibutuhkan, melihat keadaan ini, bagaimana suatu wajiha ilmiy kampus dapat mencapai keadaan optimal? Saat si empunya masalah tidak merasakan suatu masalah?

Hei, kita harus segera meminimalisasi keadaan-keadaan yang tidak jelas seperti terlihat sekarang ini di dalam dakwah ilmiy kampus kita. MINIMALISASI, DELETE!

3 thoughts on “Dakwah dan Kampus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s