Tentang Dia: KEPO

Tentang dia, sahabat yang kadang (bukan, seringkali) menyebalkan.

#YS

Awal jumpa, dia adalah akhwat idealis yang terpaku pada satu hal yang ia ketahui, bisa dibilang kolot menurutku, menyebalkan dengan judging menyebalkan darinya. (kau ingat tentang menyebarkan pesan singkat mengenai puasa Kamis dan keutamaannya? Dan kau memergokiku tak melaksanakan puasa tersebut, dan finally kau membahas tentang kaburo maqtan, dan sepertinya kau lupa akan hal ini, huah…)

Semakin sering ngobrol dengannya, dia adalah pembelajar yang baik, cuek pada tempatnya (tapi kadang jauh dari tempat semestinya dan ini juga menyebalkan), heboh melebihi apapun, celetukan darinya selalu dapat menyunggingkan senyum di setiap bibir orang yang mendengarkannya, keras kepala, tak mau salah dan kalah, lucu, ide-idenya tak dapat diprediksi, kadang konyol, bodoh, sekaligus brilliant.
YS
Tampak luar, dia itu kecil dan tengil (pake muka judes pula, jreengg). Ia sering disebut ikhwan, dan aku maklum, memang seringkali seperti ikhwan alias cowok, karena dia bukan tipe yang girly, benci warna pink demi apapun, suaranya kadang melengking, ceplas ceplos, ia akan menyuarakan apa yang ada dalam pikirannya. Tapi dibalik itu semua, dia perhatian terhadap hal-hal yang perlu diperhatikan, pengkader yang baik dan seorang akhwat militant. Aku banyak belajar darinya. Tentang menjadi akhwat yang baik, tentang hati, tentang dakwah, tentang semangat berdakwah, tentang menjadi diri sendiri, tentang menghargai yang dimiliki, tentang kesabaran, tentang hidup yang unik, tentang target masa depan, tentang progresif, tentang berani, tentang kisah seru, tentang semangat dan motivasi.

Dan anehnya, aku hanya bisa menceritakan semua padanya dan tidak pada orang lain, ibu dan saudaraku sekalipun. Tentang galau, tentang virus merah jambu sekitar 2 semester (hohohoho), tentang orang-orang baru, tentang orang yang mengamati, tentang kembaran dia dan kembaranku (ckckckck), tentang mimpi, tentang karya tulis, tentang dakwah yang bukan parsial, tentang agenda dakwah yang seringkali terlupakan, tentang kuliah tentu saja, tentang menganalisis kepribadian orang, tentang mengamati orang, tentang KEPO, tentang orang-orang underground, tentang orang-orang hebat, tentang tim dan misi tim dan tentang masa depan (perhatian perhatian, dia mau yang lulusan dari pulau Jawa! Hohoho).

Dan lagi, hanya dia yang mengerti hal kecil tentangku, yang harus dibiarkan sendiri saat jenuh (dia tahu dan yakin aku pasti kembali), tentang tak bisa diingatkan dengan lisan dan langsung (dia akan membiarkanku belajar dan menganalisis keadaan sendiri), tentangku yang tak suka politik dan pemerintahan (tapi dia mengharuskanku setidaknya tahu tentang keduanya), tentangku yang kepo (karena dia juga kepo, hehehe).

Cukup mungkin. akan aku tambah pada saatnya, saat kita udah dewasa nanti😀

Oh iya, terakhir jadi imam sholat ashar kamu ya? Berarti imam selanjutnya aku. (gak pernah mau ngalah untuk tidak menjadi imam, selalu)

3 thoughts on “Tentang Dia: KEPO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s