Empat Cahaya

Ini tentang empat cahaya, cahaya yang sama dari dua bintang yang berbeda🙂

Cahaya pertama. Ia seperti kebanyakan hal-hal pertama lainnya: mandiri. Kemandiriannya luar biasa. Dengan wajah yang teduh dan nyaris tanpa ekspresi, namun selalu memperlihatkan seluruh giginya yang rapi saat kamera membidiknya. Muslimah solihah, dengan aurat yang tertutup sempurna. Perlu diketahui juga, sebelum ia menjadi muslimah dan istri solihah, ia adalah cahaya yang menyukai pendakian, gunung tentu saja. Gunung merapi, gunung Merbabu, gunung Semeru, Gunung Slamet yang banyak orang mengatakan gunung itu mengerikan, dan entah gunung mana lagi yang telah ia taklukan. Ia adalah cahaya yang luar biasa. Tak heran darinya tercipta anak solih yang cerdas. Mendidik mereka dengan cara yang terlihat biasa, tapi sebenarnya tidak biasa dan luar biasa. Sarjana Ekonomi Islam. Ibu rumaha tangga yang bijak. Mencoba dunia politik. Ini benar-benar tak biasa. Dan sampai sekarang aku tak tahu apa panggilan masa kecilnya.

Cahaya kedua. Masih berjiwa anak-anak, menyenangkan, tipe yang setia pada sesuatu yang ia sayangi. Maniak kucing. Boros, terkadang ini adalah bentuk perhatiannya pada sesuatu. Easy-going. Ia benar-benar mewarisi sifat bintang pertama. Cantik dan tinggi, inilah cahaya itu. Keberuntungannya benar-benar baik, dalam pekerjaan. Di balik sifatnya yang masih kanak-kanak, ia benar-benar menyukai anak-anak, ibu yang baik, istri yang baik, dan terkadang kakak yang baik. Berbicara masalah panggilan masa kecilnya, itu berhubungan dengan sayur berwarna ungu: terong.

Cahaya ketiga. Sosok yang penuh perhatian, pekerja keras, mengerti apa yang harus dan tak harus dilakukan. Kakak yang mengayomi dan memberikan perhatian lebih. Ibu yang baik, istri yang memahami. Anak yang tak akan merepotkan orang tuanya. Selalu berpikir maju. Mandiri dan kreatif. Cute, terlihat lebih muda dari usia sebenarnya. Sipit; salah satu panggilannya. Rajin. Tidak tinggi, bahasa halus dari buntet. Selalu memperhatikan perkembangan orang-orang terdekatnya. Tak heran banyak teman dan kerabat yang menyukainya. Panggilan kecilnya adalah bebek, ini karena ia super cerewet dengan suara yang cempreng.

Cahaya keempat. Belum matang dalam berpikir dan bertindak. Masih tak tahu arah hidupnya. Ia masih berpikir untuk memperbaiki diri untuk mendapatkan yang terbaik. Mencoba segala hal. Mencoba untuk menyelam dan menenggelamkan diri dalam dunia untuk menyeru. Ia keras kepala, susah untuk berubah, meskipun dalam hal yang baik. Inilah buruknya. Susah menerima, ia menganggap segala sesuatu yang baru itu harus benar-benar difilter. Tidak banyak bicara, dan sekali bicara, perkataannya menusuk masuk, ini pernyataan orang lain. Ia benar-benar berada dalam terpikir ada terkata tiada. Dan dengan ini, tidak banyak yang mengetahui dan mengakui kemampuannya. Tidak pada sembarang orang ia menceritakan tentang dirinya dan apa yang ia alami, termasuk pada bintang kedua-nya, kecuali ia rasa benar-benar dapat mempercayai lawan bicaranya. Dan sekarang ia telah mendapatkannya. Selalu berusaha optimal dalam segala hal yang ditanggungkan padanya. Berusaha yang terbaik namun tak tampak, karena menampakkan diri adalah hal yang tidak biasa baginya, dan menganggapnya mengerikan. Tidak suka memuji, dan tidak mau mengakui dengan nyata bahwa ia mempunyai banyak kekurangan. Tidak suka terlihat bodoh, ingin mengetahui segala hal. Cute dan misterius, lagi-lagi ini pernyataan orang lain. Muslimah gokil. Obsesif terhadap tenaga pengajar dan penulis, penggiat bidang ilmu dan agama, menemukan keterkaitan keduanya. Dan satu yang banyak orang tak percaya, sampai usianya yang telah berkepala dua awal, ia belum merasakan fitrah manusia itu. Entahlah, tanyalah pada cahaya keempat. Panggilan kecilnya adalah yang terbanyak: bandolah, bandogig, simping, dan sebenarnya masih banyak lagi.

Terimakasih bintang, telah mencontohkan hal-hal yang baik dan menekankan untuk tidak mengambil hal buruk darimu. Kedua bintang. Biarkan cahaya, keempat cahaya itu selalu bersinar, walaupun tak benderang. Bintang, kaulah yang terhebat sepanjang masa.

16 April 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s